Peter : My name is peter. You must be the bad guy your name is... uh i forgot, holy @%#%@!
Sylar : Sylar, why you forgot your biological brother name ?
Peter : Because you a bad brother so i always forgot
Sylar : Just to the point, i will kill you (strike peter with telekinesis)
Peter : Argh..... ughhh.... @%#*@!
Sylar : Haha you never get me, i got the powers
Peter : I will kill you first (reversal and attack Sylar with full power
Sylar : I lose ugh....
Peter Haha, i win you a loser
Kamis, 27 November 2008
Senin, 24 November 2008
Pengalaman yg Mengesankan Dalam Hidupku Sejauh Ini
Nama : Anandhyka Ramadhan
Kelas : 7c
Waktu libur setelah lebaran tahun ini, ibuku dan teman-teman ibuku pergi ke Bali untuk menghadiri pernikahan anak teman ibuku. Karena masih ada sisa libur lalu aku diajak oleh ibuku untuk turut serta. Pernikahan berlangsung hari Kamis, 9 Nopember 2008. Kami berada di Bali selama tiga hari mulai tanggal 8 s/d 10 Oktober 2008.
Hari Rabu, 8 Nopember 2008 kami berangkat dari rumah pada jam 18.30 menuju Bandara Soekarno-Hatta. Perjalanan memakan waktu selama 1 jam 20 menit. Kami tiba di bandara pada jam 19.30. Kami check-in dan mengurusi barang-barang dahulu. Lalu, kami menunggu di ruang Lounge sebelum boarding. Untungnya pesawatnya tidak ditunda.
Lalu, kami naik pesawat pada jam 21.30. Perjalanan memakan waktu 1 jam 15 menit, jadi selama di pesawat, aku memanfaatkan waktu itu untuk membaca novel Laskar Pelangi karena aku sedang membacanya untuk membuat sinopsis yang ditugaskan bapak Ucok guru Bahasa Indonesia. Ibuku dan teman-temannya asyik mengobrol.
Kami sampai di Bandara Ngurah Rai pada jam 22.45 wib atau 23.45 waktu Bali. Waktu Bali dengan Jakarta berbeda 1 jam lebih awal. Kami dijemput oleh pak Unanto (teman ibuku) dan pak Didi, supir dari Kantor Jamsostek Cabang Bali. Kami diantar ke Hotel Harmoni Legian. lalu aku persiapan tidur.
Pada keesokan harinya, Kamis, 9 Nopember 2008 jam 09.00 kami menju tempat pernikahan di Karangasem di daerah pegunungan. Waktu perjalanan dari Hotel ke Karangasem yaitu lebih kurang 2 jam. Kami tiba di lokasi pada jam 11.00. Setelah sampai, kami bertemu pak I Gusti Made Arke, yang akrab disapa pak Arke, ayahnya pengantin pria. Lalu, kami disilakan duduk dan mencicipi makanan khas Bali yang dipersiapkan oleh tuan rumah. Ibu Arke mengatakan “jangan khawatir semua makanan kami siapkan untuk yang beragama Islam, jadi semuanya halal”.
Kemudian kami semua mencicipi masakan keluarga ibu Arke, masakan khas Bali antara lain; ayam bumbu Bali, ikan bakar, cumi bakar, udang goreng, wah...lezat sekali. Setelah itu, kami menunggu penghulunyna padahal waktu sudah menunjukan pukul 13.00. Sambil menunggu penghulu, aku memperhatikan pakaian adat baik pengantin Bali, pendamping pengantin, keluarga pengantin dan para tamu yang hadir mengenakan pakaian adat Bali. Penghulu akhirnya datang meskipun agak terlambat hampir 2 jam yang seharusnya jam 11.00 akad nikah dimulai.
Tepat jam 13.00 prosesi akad nikah berlangsung dengan khusuk setelah itu dilanjutkan dengan acara adat misalnya; sungkeman, menginjak telur, membanting kelapa muda, meninjau kamar pengantin, dll. Yang ternyata aku perhatikan adat pernikahan Bali ada kemiripan dengan adat Sunda atau Jawa. Bedanya di lokasi pernikahan ada sesajen-sesajen untuk para Dewa orang Hindu. Lalu yang paling aku tidak suka adalah bau dupa yang sangat menyengat dan membuatku mual.
Setelah itu, kami pamit untuk istirahat kembali ke hotel. Daerah Karang Asem ini memang terkenal dengan salak Balinya yang besar dan manis dan kami mendapat oleh-oleh dari bapak Arke, setiap orang mendapat 1 besek (kotak terbuat dari anyaman bambu).
Pada malam harinya, kami pergi ke monumen Bom Bali I/Bom Legian. Letaknya tidak jauh dari hotel kami menginap dengan cukup berjalan kaki. Sesampainya di monumen aku melihat daftar nama korban yang meninggal dari berbagai negara antara lain; Australia, Jepang, Korea, Swedia, Amerika, Inggris, Brazil, Belanda, Italia, Jerman, Portugal, Equador, Canada, Afrika Selatan dan Indonesia.
Kami berfoto-foto untuk kenang-kenangan bersama ibu dan teman-teman ibu. Setelah merasa lelah kami membeli ice-cream Gelato sambil melihat atraksi tari api yang dimainkan oleh penari Bali. Banyak penonton mengagumi tarian tersebut, baik wisatawan lokal maupun asing. Mayoritas di kawasan ini wisatawan asing.
Setelah itu kami menaiki delman mengelilingi jalan Legian sampai ke pantai Kuta untuk melihat pemandangan dimalam hari, lalu kembali ke hotel untuk istirahat.
Hari terakhir di Bali yaitu Jum’at, 10 Nopember 2008, pagi hari kami merapihkan pakaian dan koper sekaligus check-out dari hotel. Kami mengunjungi atraksi Barong yang inti ceritanya adalah Kebajikan dan Kebatilan tidak pernah akan sirna dalam kehidupan manusia di dunia yang fana. Mayoritas penonton adalah wisatawan asing yang sangat antusias dan kagum dengan penampilan serta musik khas Bali yang mengiringinya.
Kemudian kami pergi ke Joger membeli souvenir berupa mug, baju kaos, jam dinding, gantungan kunci dan lainnya untuk kesedar oleh-oleh bagi teman dan saudara-saudara ku. Tak lama setelah itu, kami langsung menuju ke Bandara Ngurah Rai untuk kembali ke Jakarta dengan jadwal penerbangan jam 17.30 waktu Bali dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada jam 17.50 wib. Aku sangat senang mendapat pengalaman yang mengesankan kemudian tak lupa aku mengucapkan syukur alhamdulillahi robbal alamiin.
-----------Sekian----------
Kelas : 7c
Waktu libur setelah lebaran tahun ini, ibuku dan teman-teman ibuku pergi ke Bali untuk menghadiri pernikahan anak teman ibuku. Karena masih ada sisa libur lalu aku diajak oleh ibuku untuk turut serta. Pernikahan berlangsung hari Kamis, 9 Nopember 2008. Kami berada di Bali selama tiga hari mulai tanggal 8 s/d 10 Oktober 2008.
Hari Rabu, 8 Nopember 2008 kami berangkat dari rumah pada jam 18.30 menuju Bandara Soekarno-Hatta. Perjalanan memakan waktu selama 1 jam 20 menit. Kami tiba di bandara pada jam 19.30. Kami check-in dan mengurusi barang-barang dahulu. Lalu, kami menunggu di ruang Lounge sebelum boarding. Untungnya pesawatnya tidak ditunda.
Lalu, kami naik pesawat pada jam 21.30. Perjalanan memakan waktu 1 jam 15 menit, jadi selama di pesawat, aku memanfaatkan waktu itu untuk membaca novel Laskar Pelangi karena aku sedang membacanya untuk membuat sinopsis yang ditugaskan bapak Ucok guru Bahasa Indonesia. Ibuku dan teman-temannya asyik mengobrol.
Kami sampai di Bandara Ngurah Rai pada jam 22.45 wib atau 23.45 waktu Bali. Waktu Bali dengan Jakarta berbeda 1 jam lebih awal. Kami dijemput oleh pak Unanto (teman ibuku) dan pak Didi, supir dari Kantor Jamsostek Cabang Bali. Kami diantar ke Hotel Harmoni Legian. lalu aku persiapan tidur.
Pada keesokan harinya, Kamis, 9 Nopember 2008 jam 09.00 kami menju tempat pernikahan di Karangasem di daerah pegunungan. Waktu perjalanan dari Hotel ke Karangasem yaitu lebih kurang 2 jam. Kami tiba di lokasi pada jam 11.00. Setelah sampai, kami bertemu pak I Gusti Made Arke, yang akrab disapa pak Arke, ayahnya pengantin pria. Lalu, kami disilakan duduk dan mencicipi makanan khas Bali yang dipersiapkan oleh tuan rumah. Ibu Arke mengatakan “jangan khawatir semua makanan kami siapkan untuk yang beragama Islam, jadi semuanya halal”.
Kemudian kami semua mencicipi masakan keluarga ibu Arke, masakan khas Bali antara lain; ayam bumbu Bali, ikan bakar, cumi bakar, udang goreng, wah...lezat sekali. Setelah itu, kami menunggu penghulunyna padahal waktu sudah menunjukan pukul 13.00. Sambil menunggu penghulu, aku memperhatikan pakaian adat baik pengantin Bali, pendamping pengantin, keluarga pengantin dan para tamu yang hadir mengenakan pakaian adat Bali. Penghulu akhirnya datang meskipun agak terlambat hampir 2 jam yang seharusnya jam 11.00 akad nikah dimulai.
Tepat jam 13.00 prosesi akad nikah berlangsung dengan khusuk setelah itu dilanjutkan dengan acara adat misalnya; sungkeman, menginjak telur, membanting kelapa muda, meninjau kamar pengantin, dll. Yang ternyata aku perhatikan adat pernikahan Bali ada kemiripan dengan adat Sunda atau Jawa. Bedanya di lokasi pernikahan ada sesajen-sesajen untuk para Dewa orang Hindu. Lalu yang paling aku tidak suka adalah bau dupa yang sangat menyengat dan membuatku mual.
Setelah itu, kami pamit untuk istirahat kembali ke hotel. Daerah Karang Asem ini memang terkenal dengan salak Balinya yang besar dan manis dan kami mendapat oleh-oleh dari bapak Arke, setiap orang mendapat 1 besek (kotak terbuat dari anyaman bambu).
Pada malam harinya, kami pergi ke monumen Bom Bali I/Bom Legian. Letaknya tidak jauh dari hotel kami menginap dengan cukup berjalan kaki. Sesampainya di monumen aku melihat daftar nama korban yang meninggal dari berbagai negara antara lain; Australia, Jepang, Korea, Swedia, Amerika, Inggris, Brazil, Belanda, Italia, Jerman, Portugal, Equador, Canada, Afrika Selatan dan Indonesia.
Kami berfoto-foto untuk kenang-kenangan bersama ibu dan teman-teman ibu. Setelah merasa lelah kami membeli ice-cream Gelato sambil melihat atraksi tari api yang dimainkan oleh penari Bali. Banyak penonton mengagumi tarian tersebut, baik wisatawan lokal maupun asing. Mayoritas di kawasan ini wisatawan asing.
Setelah itu kami menaiki delman mengelilingi jalan Legian sampai ke pantai Kuta untuk melihat pemandangan dimalam hari, lalu kembali ke hotel untuk istirahat.
Hari terakhir di Bali yaitu Jum’at, 10 Nopember 2008, pagi hari kami merapihkan pakaian dan koper sekaligus check-out dari hotel. Kami mengunjungi atraksi Barong yang inti ceritanya adalah Kebajikan dan Kebatilan tidak pernah akan sirna dalam kehidupan manusia di dunia yang fana. Mayoritas penonton adalah wisatawan asing yang sangat antusias dan kagum dengan penampilan serta musik khas Bali yang mengiringinya.
Kemudian kami pergi ke Joger membeli souvenir berupa mug, baju kaos, jam dinding, gantungan kunci dan lainnya untuk kesedar oleh-oleh bagi teman dan saudara-saudara ku. Tak lama setelah itu, kami langsung menuju ke Bandara Ngurah Rai untuk kembali ke Jakarta dengan jadwal penerbangan jam 17.30 waktu Bali dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada jam 17.50 wib. Aku sangat senang mendapat pengalaman yang mengesankan kemudian tak lupa aku mengucapkan syukur alhamdulillahi robbal alamiin.
-----------Sekian----------
GW JADI DIREKTUR
Jl. Gatot Subroto No. 70, Jakarta Selatan 12930, Indonesia, telp. (021) 5251187, fax (021) 525778
Nomor : B/1234/SA/ IX /09/2008 18 September 2008
Perihal : Undangan Buka Puasa Bersama
Lampiran : -
Yth.
Direktur Umum dan SDM
PT Bukaka Teknik
Jl. Radio Dalam No. 123
Jakarta Selatan
Assalamu’alaikum wr.wb.
Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT bahwa kita sudah memasuki bulan suci Ramadhan 1429 H. Sebagaimana setiap tahunnya dalam rangka mempererat tali silaturahim dengan para mitra kami bermaksud mengadakan buka puasa bersama.
Sehubungan dengan itu, PT Setia Abadi mengundang Bapak untuk acara tersebut yang insya Allah akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Kamis, 25 September 2008
Jam : 17.00-20.00 wib
Acara : - Ceramah agama oleh: Ustadz Jefri Al-Bukhori
- Buka Puasa, Shalat Maghrib dan Shalat Isya-Tarawih
Tempat : Gedung Setia Abadi Lantai 10
Jl. Gatot Subroto No.70, Jakarta Selatan
Demikian disampaikan, atas perkenan Bapak untuk hadir tepat waktu, kami haturkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Anandhyka Ramadhan
Direktur Utama
Nomor : B/1234/SA/ IX /09/2008 18 September 2008
Perihal : Undangan Buka Puasa Bersama
Lampiran : -
Yth.
Direktur Umum dan SDM
PT Bukaka Teknik
Jl. Radio Dalam No. 123
Jakarta Selatan
Assalamu’alaikum wr.wb.
Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT bahwa kita sudah memasuki bulan suci Ramadhan 1429 H. Sebagaimana setiap tahunnya dalam rangka mempererat tali silaturahim dengan para mitra kami bermaksud mengadakan buka puasa bersama.
Sehubungan dengan itu, PT Setia Abadi mengundang Bapak untuk acara tersebut yang insya Allah akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Kamis, 25 September 2008
Jam : 17.00-20.00 wib
Acara : - Ceramah agama oleh: Ustadz Jefri Al-Bukhori
- Buka Puasa, Shalat Maghrib dan Shalat Isya-Tarawih
Tempat : Gedung Setia Abadi Lantai 10
Jl. Gatot Subroto No.70, Jakarta Selatan
Demikian disampaikan, atas perkenan Bapak untuk hadir tepat waktu, kami haturkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Anandhyka Ramadhan
Direktur Utama
LASKAR PELANGI
Laskar Pelangi
Pagi itu adalah hari pertama Ikal menjenjang pendidikan pertamanya di SD Muhammadiyah.Ikal didampingi oleh ayahnya.Yang menyambut Ikal adalah 1 guru wanita dan Bapak kepala sekolah tersebut.Namanya adalah BU Muslimah dan Pak Harfan.Mereka sangat tertekan pada hari itu karena jika murid yang mendaftar kurang dari 10 orang, maka SD Muhammadiyah akan ditutup.Dan batasan waktu penerimaan murid pada jam 11.00. Anak murid lainnya adalah teman baikku. Disini ada yang bernama Trapani,Kucai,Syahdan.Ia hampir mengenal semua anak yang mendaftar kecuali satu anak yang berambut keriting merah dan meronta-ronta kepada ayahnya. Lalu waktu pukul sebelas lewat lima Trapani berteriak”Harun!”.Ia seorang anak yang berambut rapih berjalan menghampiri sekolah dengan kaki berbentuk X.Menyapa bu Muslimah dengan senyum yang lebar. Lalu Bu Mus berkata”Genap sepuluh orang”.
Nama tokoh dalam Novel Laskar Pelangi :
1. Ikal : Ia mempunyai penyakit Insomnia, jatuh cinta kepada A Ling, sepupu A Kiong, teman
sekelasnya
2. Lintang : Ia orang yang pantang menyerah untuk belajar
3.Mahar : Ia mempunyai bakat seni yang tinggi, tidak logis dan suka bercerita khayalan
4. Trapani : Ia sangat manja terhadap ibunya
5. Borek/Samson : Ia terobsesi akan tubuh kekar layaknya orang dewasa
6. Kucai : Ia sangat cocok untuk menjadi pemimpin sehingga ia mempunyai sifat wibawa
7. Syahdan :
8. Harun : Ia adalah satu-satunya murid SD Muhammadiyah yang mempunyai keterbelakangan
mental, tapi mempunyai fisik orang dewasa
9. A kiong : Ia orang yang sangat percaya kepada cerita khayalan Mahar dan satu-satunya murid
SD Muhammadiyah dari suku Tionghoa
10. Sahara : Sama seperti jika Bu Muslimah memberi nasihat, taat kepada agama dan satu-satunya
murid perempuan di SD Muhammadiyah sebelum Flo datang
11. Bu Muslimah : Guru yang mendidik 10 murid SD Muhammadiyah. Jika Bu
Muslimah memberi nasihat, pasti bernafaskan islami
12. Floriana/Flo : Mantan Murid sekolah PN Timah Belitong, pindah ke SD Muhammadiyah karena
kagum akan karya seni Mahar, anak tomboi dan Tidak takut terhadap apapun
13. Pak Harfan : Kepala Sekolah SD Muhammadiyah, mengajar tentang kemuhammadiyahan dan
Kisah-kisah Nabi terdahulu
14. Bu Frischa : Kepala Sekolah SD PN Timah Belitong, selalu berusaha untuk tampil muda padahal
Umurnya sudah cukup senja
15. Pak Zulfikar:Guru Fisika SD PN Timah Belitong, bila sedang argumentasi, akan menyindir
sekolah SD Muhammadiyah
Pagi itu adalah hari pertama Ikal menjenjang pendidikan pertamanya di SD Muhammadiyah.Ikal didampingi oleh ayahnya.Yang menyambut Ikal adalah 1 guru wanita dan Bapak kepala sekolah tersebut.Namanya adalah BU Muslimah dan Pak Harfan.Mereka sangat tertekan pada hari itu karena jika murid yang mendaftar kurang dari 10 orang, maka SD Muhammadiyah akan ditutup.Dan batasan waktu penerimaan murid pada jam 11.00. Anak murid lainnya adalah teman baikku. Disini ada yang bernama Trapani,Kucai,Syahdan.Ia hampir mengenal semua anak yang mendaftar kecuali satu anak yang berambut keriting merah dan meronta-ronta kepada ayahnya. Lalu waktu pukul sebelas lewat lima Trapani berteriak”Harun!”.Ia seorang anak yang berambut rapih berjalan menghampiri sekolah dengan kaki berbentuk X.Menyapa bu Muslimah dengan senyum yang lebar. Lalu Bu Mus berkata”Genap sepuluh orang”.
Nama tokoh dalam Novel Laskar Pelangi :
1. Ikal : Ia mempunyai penyakit Insomnia, jatuh cinta kepada A Ling, sepupu A Kiong, teman
sekelasnya
2. Lintang : Ia orang yang pantang menyerah untuk belajar
3.Mahar : Ia mempunyai bakat seni yang tinggi, tidak logis dan suka bercerita khayalan
4. Trapani : Ia sangat manja terhadap ibunya
5. Borek/Samson : Ia terobsesi akan tubuh kekar layaknya orang dewasa
6. Kucai : Ia sangat cocok untuk menjadi pemimpin sehingga ia mempunyai sifat wibawa
7. Syahdan :
8. Harun : Ia adalah satu-satunya murid SD Muhammadiyah yang mempunyai keterbelakangan
mental, tapi mempunyai fisik orang dewasa
9. A kiong : Ia orang yang sangat percaya kepada cerita khayalan Mahar dan satu-satunya murid
SD Muhammadiyah dari suku Tionghoa
10. Sahara : Sama seperti jika Bu Muslimah memberi nasihat, taat kepada agama dan satu-satunya
murid perempuan di SD Muhammadiyah sebelum Flo datang
11. Bu Muslimah : Guru yang mendidik 10 murid SD Muhammadiyah. Jika Bu
Muslimah memberi nasihat, pasti bernafaskan islami
12. Floriana/Flo : Mantan Murid sekolah PN Timah Belitong, pindah ke SD Muhammadiyah karena
kagum akan karya seni Mahar, anak tomboi dan Tidak takut terhadap apapun
13. Pak Harfan : Kepala Sekolah SD Muhammadiyah, mengajar tentang kemuhammadiyahan dan
Kisah-kisah Nabi terdahulu
14. Bu Frischa : Kepala Sekolah SD PN Timah Belitong, selalu berusaha untuk tampil muda padahal
Umurnya sudah cukup senja
15. Pak Zulfikar:Guru Fisika SD PN Timah Belitong, bila sedang argumentasi, akan menyindir
sekolah SD Muhammadiyah
MY DIARY
Nama : Anandhyka Ramadhan
Kelas : 7C
SMP LABSCHOOL KEBAYORAN
Informasi Tentang Buku Harian
Buku harian adalah buku yang digunakan untuk mencatat kegiatan sehari- hari yang memuat kejadian yang dianggap penting, lucu, sedih, senang, dan mengesankan pada hari itu, namun terkadang kejadian yang menyebalkan juga kerap dicatat orang.
Sebutan lain untuk buku harian yaitu buku pribadi yang memiliki unsur privacy karena buku itu tidak boleh dilihat tanpa seizin pemiliknya dan buku harian ditulis dengan tulisan tangan yang bersangkutan.
Bentuk atau model buku harian sangat variatif, ada yang berbentuk buku biasa, buku catatan, buku kecil, buku yang bagian luar atau dalamnya dihias warna-warni, dan ada juga buku harian yang dapat dikunci agar orang lain tidak bisa membuka atau membacanya.
Unsur-unsur penulisan yang terdapat pada buku harian berupa tokoh, tempat, peristiwa, latar belakang, dan waktu yang terjadi pada hari itu. Didalam penulisan buku harian biasanya mengandung unsur 5W+1H yaitu: apa, siapa, dimana, kapan, mengapa, dan bagaimana suatu peristiwa terjadi, hal inilah unsur yang terpenting dalam menulis sebuah kejadian atau cerita.
Contoh buku harian:
Hari/ Tanggal
:
Sabtu-Minggu, 31 Mei – 1 Juni 2008
Tempat
:
Grand Lembang, Jawa Barat
Tokoh
:
§ Seluruh murid kelas 6 SD Islam Al-Azhar 01
§ Kepala Sekolah dan seluruh guru kelas 6
§ Pengurus Jamiyyah
§ Karyawan sekolah
§ Orang tua murid
Peristiwa
:
Hari ini adalah hari yang menyenangkan, karena aku dan teman-temanku pergi ke Lembang untuk merayakan perpisahan murid kelas 6 SDI Al-Azhar 01 angkatan 38. Kami berkumpul di sekolah ada jam 07.00 wib untuk mendapatkan arahan dan bimbingan dari guru dan mentor sebagai bekal diperjalanan dan ketika kami sudah sampai di tempat tujuan. Lalu kami berangkat pada jam 07.30 dengan menggunakan bus pariwisata yang telah disediakan oleh pengurus Jamiyyah.
Selama diperjalanan yang cukup jauh dengan jarak tempuh lebih kurang 3 jam, murid-murid yang satu bus dengan aku masing-masing sibuk dengan permainan gamenya, karena hampir semua temanku membawa permainan personal game (gameboy, NDS), namun kami tetap bermain bersama untuk mendiskusikan permainan antar teman. Di tengah perjalanan menuju Lembang, kami singgah ke salah satu gedung museum di kota Bandung untuk menlihat Museum Geologi yang memiliki nilai sejarah dan beradaban bangsa Indonesia yang sangat tinggi. Karena waktu sudah menunjukkan jam 12.00 maka kami beristirahan untuk makan siang sholat dzuhur di area museum. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju Lembang tempat tujuan utama kami.
Sesampainya di hotel Grand Lembang, masing-masing kelompok (satu kamar 4 orang) mengambil kunci kamar untuk menyimpan barang bawaan. Kelompok yang satu kamar dengan ak adalah dari Adet, Bun-Bun, Abi dan aku. Setelah masuk ke kamar hotel, kami istirahat sebentar dengan menonton TV sambil menunggu tibanya shalat Ashar.
Pada jam 15.20 tibalah waktu shalat Ashar dan terdengar azan berkumandang yang aku sangat kenal dengan suara azan itu adalah bapak guru Nahwan. Kami bergesas bersia-siap dan berwudu menuju aula di lantai 2 hotel yang telah disediakan untuk shalat berjamaah. Sesudahnya shalat, kami mendengarkan ceramah agama sampai jam 17.00 dan pengumuman untuk merayakan tasyakuran sekaligus perpisahan. Kemudian kami kembali ke kamar, sambil menunggu waktu shalat maghrib.
Didalam kamar, kami berempat bermain bersama, tak lama kemudian beberapa teman dari kamar lain berdatangan, yaitu Arya, Zafran, Bima, Ucha, dan Fikar, untuk bermain bersama, sampai-sampai kamar itu terasa sesak namun menyenangkan. Lalu tibalah sahat maghrib, seperti biaya kami bersiap-siap dan menuju tempat shalat, dan setelah shalat kami tadarus bersama sampai datang waktu Isya.
Setelah shalat Isya dan makan malam, tibalah waktu yang dinanti-nanti untuk merayakan acara puncak yaitu pagelaran pentas seni yang dimainkan oleh kelompok murid kelas 6 juga. Di pentas seni itu terlihat sangat meriah yang dimainkan oleh teman-temanku yang satu kelas maupun dari kelas lain. Namun ketika acara perpisahan yang disampaikan oleh salah satu guru yaitu ibu Eliza, kami sangat terharu dan merasa sangat sedih karena harus berpisah dengan teman-teman yang selama ini bergaul dan berteman sejak di kelas 1 SD bahkan sebagian besar telah berteman sejak ditaman kanak-kanan (TK).
Tak terasa air mata ku mengalir diringi kata-kata perpisahan yang disampaikan oleh ibu dan bapak guru, serta sajak yang dibawakan oleh temanku Amalia, murid terbaik dalam hal membaca sajak. Aku sadar bahwa tak boleh menangis, karena jika aku menangis pasti akan pilek dan sangat mengganggu, lalu aku berhenti menangis. Hampir semua murid, guru dan orang tua murid yang hadir saat itu terharu dan menangis karena harus berpisah padahal kami sudah merasa satu keluarga besar. Maka betul kata pepatah ”Jika ada pertemuan pasti ada perpisahan” hanya masa yang dapat menentukan.
Setelah acara puncak, kami kembali istirahat menuju kamar untuk beristirahat agar esok harinya jam 04.30 memulai aktivitas berikutnya, yaitu shalat subuh, kultum, olah raga dan fun game.
Kelas : 7C
SMP LABSCHOOL KEBAYORAN
Informasi Tentang Buku Harian
Buku harian adalah buku yang digunakan untuk mencatat kegiatan sehari- hari yang memuat kejadian yang dianggap penting, lucu, sedih, senang, dan mengesankan pada hari itu, namun terkadang kejadian yang menyebalkan juga kerap dicatat orang.
Sebutan lain untuk buku harian yaitu buku pribadi yang memiliki unsur privacy karena buku itu tidak boleh dilihat tanpa seizin pemiliknya dan buku harian ditulis dengan tulisan tangan yang bersangkutan.
Bentuk atau model buku harian sangat variatif, ada yang berbentuk buku biasa, buku catatan, buku kecil, buku yang bagian luar atau dalamnya dihias warna-warni, dan ada juga buku harian yang dapat dikunci agar orang lain tidak bisa membuka atau membacanya.
Unsur-unsur penulisan yang terdapat pada buku harian berupa tokoh, tempat, peristiwa, latar belakang, dan waktu yang terjadi pada hari itu. Didalam penulisan buku harian biasanya mengandung unsur 5W+1H yaitu: apa, siapa, dimana, kapan, mengapa, dan bagaimana suatu peristiwa terjadi, hal inilah unsur yang terpenting dalam menulis sebuah kejadian atau cerita.
Contoh buku harian:
Hari/ Tanggal
:
Sabtu-Minggu, 31 Mei – 1 Juni 2008
Tempat
:
Grand Lembang, Jawa Barat
Tokoh
:
§ Seluruh murid kelas 6 SD Islam Al-Azhar 01
§ Kepala Sekolah dan seluruh guru kelas 6
§ Pengurus Jamiyyah
§ Karyawan sekolah
§ Orang tua murid
Peristiwa
:
Hari ini adalah hari yang menyenangkan, karena aku dan teman-temanku pergi ke Lembang untuk merayakan perpisahan murid kelas 6 SDI Al-Azhar 01 angkatan 38. Kami berkumpul di sekolah ada jam 07.00 wib untuk mendapatkan arahan dan bimbingan dari guru dan mentor sebagai bekal diperjalanan dan ketika kami sudah sampai di tempat tujuan. Lalu kami berangkat pada jam 07.30 dengan menggunakan bus pariwisata yang telah disediakan oleh pengurus Jamiyyah.
Selama diperjalanan yang cukup jauh dengan jarak tempuh lebih kurang 3 jam, murid-murid yang satu bus dengan aku masing-masing sibuk dengan permainan gamenya, karena hampir semua temanku membawa permainan personal game (gameboy, NDS), namun kami tetap bermain bersama untuk mendiskusikan permainan antar teman. Di tengah perjalanan menuju Lembang, kami singgah ke salah satu gedung museum di kota Bandung untuk menlihat Museum Geologi yang memiliki nilai sejarah dan beradaban bangsa Indonesia yang sangat tinggi. Karena waktu sudah menunjukkan jam 12.00 maka kami beristirahan untuk makan siang sholat dzuhur di area museum. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju Lembang tempat tujuan utama kami.
Sesampainya di hotel Grand Lembang, masing-masing kelompok (satu kamar 4 orang) mengambil kunci kamar untuk menyimpan barang bawaan. Kelompok yang satu kamar dengan ak adalah dari Adet, Bun-Bun, Abi dan aku. Setelah masuk ke kamar hotel, kami istirahat sebentar dengan menonton TV sambil menunggu tibanya shalat Ashar.
Pada jam 15.20 tibalah waktu shalat Ashar dan terdengar azan berkumandang yang aku sangat kenal dengan suara azan itu adalah bapak guru Nahwan. Kami bergesas bersia-siap dan berwudu menuju aula di lantai 2 hotel yang telah disediakan untuk shalat berjamaah. Sesudahnya shalat, kami mendengarkan ceramah agama sampai jam 17.00 dan pengumuman untuk merayakan tasyakuran sekaligus perpisahan. Kemudian kami kembali ke kamar, sambil menunggu waktu shalat maghrib.
Didalam kamar, kami berempat bermain bersama, tak lama kemudian beberapa teman dari kamar lain berdatangan, yaitu Arya, Zafran, Bima, Ucha, dan Fikar, untuk bermain bersama, sampai-sampai kamar itu terasa sesak namun menyenangkan. Lalu tibalah sahat maghrib, seperti biaya kami bersiap-siap dan menuju tempat shalat, dan setelah shalat kami tadarus bersama sampai datang waktu Isya.
Setelah shalat Isya dan makan malam, tibalah waktu yang dinanti-nanti untuk merayakan acara puncak yaitu pagelaran pentas seni yang dimainkan oleh kelompok murid kelas 6 juga. Di pentas seni itu terlihat sangat meriah yang dimainkan oleh teman-temanku yang satu kelas maupun dari kelas lain. Namun ketika acara perpisahan yang disampaikan oleh salah satu guru yaitu ibu Eliza, kami sangat terharu dan merasa sangat sedih karena harus berpisah dengan teman-teman yang selama ini bergaul dan berteman sejak di kelas 1 SD bahkan sebagian besar telah berteman sejak ditaman kanak-kanan (TK).
Tak terasa air mata ku mengalir diringi kata-kata perpisahan yang disampaikan oleh ibu dan bapak guru, serta sajak yang dibawakan oleh temanku Amalia, murid terbaik dalam hal membaca sajak. Aku sadar bahwa tak boleh menangis, karena jika aku menangis pasti akan pilek dan sangat mengganggu, lalu aku berhenti menangis. Hampir semua murid, guru dan orang tua murid yang hadir saat itu terharu dan menangis karena harus berpisah padahal kami sudah merasa satu keluarga besar. Maka betul kata pepatah ”Jika ada pertemuan pasti ada perpisahan” hanya masa yang dapat menentukan.
Setelah acara puncak, kami kembali istirahat menuju kamar untuk beristirahat agar esok harinya jam 04.30 memulai aktivitas berikutnya, yaitu shalat subuh, kultum, olah raga dan fun game.
PALAGU (Pantun Ala gw)
Nama: Anandhyka Ramadhan
Kelas: 7C
Apakah itu pantun ?
- Pantun adalah salah satu jenis puisi lama.
Pantun digunakan untuk menggambarkan berbagai keadaan dan kegunaan. Contoh: untuk menyampaikan pesan sayang, petuah atau nasihat, mengenalkan budi pekerti, dan juga menciptakan suasana gembira.
- Pantun terdiri dari 5 macam/jenis pantun, yaitu:
1. Pantun anak berisi permainan/hal-hal yang menyenangkan atau menyedihkan.
2. Pantun muda-mudi berisi perassan kasmaran atau rasa jatuh cinta.
3. Pantun jenaka berisi bahan kelakar/hal-hal yang lucu
4. Pantun teka-teki berisi pertanyaan yang meminta orang lain berpikir jawabannya.
5. Pantun nasihat berisi nasihat agar menjadi lebih baik
- Pantun mempunyai ciri-ciri seperti berikut:
1. Pantun memiliki bait dan baris
2. Satu bait terdiri dari empat baris
3. Berakhiran dengan pola a-b-a-b (tidak boleh a-a-a-a, a-b-b-b)
4. Jumlah suku kata tiap baris antara 8-12 suku kata
5. Sebuah pantun mempunyai 2 baris sampiran dan 2 baris isi. Baris ke 1-2 adalah sampiran dan baris 3-4 adalah isi.
Pantun
Angka empat angka satu
Jika digabung jadi empat satu
Kita sholat harus tepat waktu
Lelak nanti disurga kelas satu
Jalan-jalan ke tanah suci
Janganlah lupa membawa kurma
Kalau anda rajin mengaji
Dijamin masuk surga pertama
Lautan bagaikan langit yang biru
Angin meniup nyiur kelapa
Kalau sudah punya teman baru
Jangan lupakan teman lama
Bulan dan bintang ditengah malam
Berserak bagai permata berlian
Bila bimbang dan hati kelam
Bacalah qur’an untuk cari jalan
Rajinlah kamu puasa wajib
Karena hanya *bulan Ramadhan Jika bertemu sahabat karib
Janganlah kamu bertindak arogan
Kelas: 7C
Apakah itu pantun ?
- Pantun adalah salah satu jenis puisi lama.
Pantun digunakan untuk menggambarkan berbagai keadaan dan kegunaan. Contoh: untuk menyampaikan pesan sayang, petuah atau nasihat, mengenalkan budi pekerti, dan juga menciptakan suasana gembira.
- Pantun terdiri dari 5 macam/jenis pantun, yaitu:
1. Pantun anak berisi permainan/hal-hal yang menyenangkan atau menyedihkan.
2. Pantun muda-mudi berisi perassan kasmaran atau rasa jatuh cinta.
3. Pantun jenaka berisi bahan kelakar/hal-hal yang lucu
4. Pantun teka-teki berisi pertanyaan yang meminta orang lain berpikir jawabannya.
5. Pantun nasihat berisi nasihat agar menjadi lebih baik
- Pantun mempunyai ciri-ciri seperti berikut:
1. Pantun memiliki bait dan baris
2. Satu bait terdiri dari empat baris
3. Berakhiran dengan pola a-b-a-b (tidak boleh a-a-a-a, a-b-b-b)
4. Jumlah suku kata tiap baris antara 8-12 suku kata
5. Sebuah pantun mempunyai 2 baris sampiran dan 2 baris isi. Baris ke 1-2 adalah sampiran dan baris 3-4 adalah isi.
Pantun
Angka empat angka satu
Jika digabung jadi empat satu
Kita sholat harus tepat waktu
Lelak nanti disurga kelas satu
Jalan-jalan ke tanah suci
Janganlah lupa membawa kurma
Kalau anda rajin mengaji
Dijamin masuk surga pertama
Lautan bagaikan langit yang biru
Angin meniup nyiur kelapa
Kalau sudah punya teman baru
Jangan lupakan teman lama
Bulan dan bintang ditengah malam
Berserak bagai permata berlian
Bila bimbang dan hati kelam
Bacalah qur’an untuk cari jalan
Rajinlah kamu puasa wajib
Karena hanya *bulan Ramadhan Jika bertemu sahabat karib
Janganlah kamu bertindak arogan
PUBAK (Puisi Bajakan)
Nama : Anandhyka Ramadha
Kelas : 7C
PUISI
Pengarang: W.S. Rendra
(dengan tanda baca)
Renungan Indah
Seringkali aku berkata
Ketika semua orang memuja milikku
Bahwa sesungguhnya ini adalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya : mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan kalau bukan miliku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan
Kutolak sakit, kutolak kemiskinan, seolah semua ”derita” adalah hukum bagiku
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika : aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas ”perlakuan baikku”, dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah
”Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”...........
Semoga bermanfaat...!!!
-----selesai-----
(tanpa tanda baca)
Renungan Indah
Seringkali aku berkata
Ketika semua orang memuja milikku
Bahwa sesungguhnya ini adalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipanNya
Bahwa rumahku hanyalah titipanNya
Bahwa hartaku hanyalah titipanNya
Bahwa putraku hanyalah titipanNya
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya mengapa Dia menitipkan padaku
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku
Dan kalau bukan miliku apa yang harus kulakukan untuk milikNya itu
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku
Mengapa hatiku justru terasa berat ketika titipan itu diminta kembali olehNya
Ketika diminta kembali kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian kusebut itu sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita
Ketika aku berdoa kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Aku ingin lebih banyak harta ingin lebih banyak mobil
lebih banyak popularitas dan
Kutolak sakit kutolak kemiskinan seolah semua derita adalah hukum bagiku
Seolah keadilan dan kasihNya harus berjalan seperti matematika aku rajin beribadah maka selayaknyalah derita menjauh dariku dan nikmat dunia kerap menghampiriku
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas perlakuan baikku dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku
Gusti padahal tiap hari kuucapkan hidup dan matiku hanya untuk beribadah
Ketika langit dan bumi bersatu bencana dan keberuntungan sama saja
Semoga bermanfaat
-----selesai-----
PROSA
Renungan Indah
Biasanya aku berkata dan bersyukur ketika semua orang
memuji semua hartaku. Aku sadar bahwa mobilku, rumahku, hartaku dan putraku ini sesungguhnya hanyalah titipanmu ya Allah.
Tapi, mengapa aku tak pernah bertanya:mengapa Allah menitipkan semua ini padaku dan untuk apa ?. Dan kalau ini semua bukan milikmku, apa yang harus aku lakukan untuk milikmu ya Allah. Apakah aku mempunyai hak yang bukan milikku?.
Justru mengapa hatiku terasa berat, ketika semua itu diminta kembali oleh-Nya?. Dan mengapa ketika akan diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah, kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka dan kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita.
Namun ketika aku berdoa, aku selalu meminta titipan yang cocok dengan keinginanku dan hawa nafsuku. Ketika Engkau memberi satu aku selalu meminta lebih banyak harta lagi, meminta mobil banyak, meminta pupularitas, meminta dan meminta banyak tiada henti.
Jika Engkau kurangi nikmat mu kepada ku, aku tolak misalnya; sakit, kekurangan, kemiskinan, semua ku tolak, bahwa aku berfikir seolah semua itu adalah ”derita” yang merupakan hukuman bagiku.
Ya..... Allah, seolah keadilan dan kasihMu ya Allah, harus berjalan bagaikan matematika; dihitung dan dihitung; aku rajin shalat, puasa, mengaji, sedekah, aku merasa selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia harus kerap menghampiriku. Aku perlakukan Engkau seolah mitra dagang, dan bukan kekasih. Aku mita Engkau membalas ”perlakukan baikku”, dan menolak keputusanMu yang tak sesuai dengan keinginan dan hawa nafsuku.
Ya..... Allah, ya Robbal ’Alamiin, padahal setiap hari kuucapkan didalam shalat dan sebelum tidur bahwa hidup dan matiku hanya untuk beribadah kepadaMu.
Ingatlah wahai....sahabat-sahabatku bahwa ”Suatu ketika bila langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan akan menjadi sama”...........
------selesai-----
Pesan pengarang:
Sebesar apapun nikmat Allah SWT, hendaknya kita mensyukurinya dengan menuruti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya serta bekerja dengan tekun. Dan jangan pernah menjadi orang yang takafur. Karena takafur itu adalah sifat yang tidak disukai oleh Allah.
Nama : Anandhyka Ramadha
Kelas : 7C
PUISI
Pengarang: W.S. Rendra
(dengan tanda baca)
Renungan Indah
Seringkali aku berkata
Ketika semua orang memuja milikku
Bahwa sesungguhnya ini adalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya : mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan kalau bukan miliku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan
Kutolak sakit, kutolak kemiskinan, seolah semua ”derita” adalah hukum bagiku
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika : aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas ”perlakuan baikku”, dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah
”Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”...........
Semoga bermanfaat...!!!
-----selesai-----
(tanpa tanda baca)
Renungan Indah
Seringkali aku berkata
Ketika semua orang memuja milikku
Bahwa sesungguhnya ini adalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipanNya
Bahwa rumahku hanyalah titipanNya
Bahwa hartaku hanyalah titipanNya
Bahwa putraku hanyalah titipanNya
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya mengapa Dia menitipkan padaku
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku
Dan kalau bukan miliku apa yang harus kulakukan untuk milikNya itu
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku
Mengapa hatiku justru terasa berat ketika titipan itu diminta kembali olehNya
Ketika diminta kembali kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian kusebut itu sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita
Ketika aku berdoa kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Aku ingin lebih banyak harta ingin lebih banyak mobil
lebih banyak popularitas dan
Kutolak sakit kutolak kemiskinan seolah semua derita adalah hukum bagiku
Seolah keadilan dan kasihNya harus berjalan seperti matematika aku rajin beribadah maka selayaknyalah derita menjauh dariku dan nikmat dunia kerap menghampiriku
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas perlakuan baikku dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku
Gusti padahal tiap hari kuucapkan hidup dan matiku hanya untuk beribadah
Ketika langit dan bumi bersatu bencana dan keberuntungan sama saja
Semoga bermanfaat
-----selesai-----
PROSA
Renungan Indah
Biasanya aku berkata dan bersyukur ketika semua orang
memuji semua hartaku. Aku sadar bahwa mobilku, rumahku, hartaku dan putraku ini sesungguhnya hanyalah titipanmu ya Allah.
Tapi, mengapa aku tak pernah bertanya:mengapa Allah menitipkan semua ini padaku dan untuk apa ?. Dan kalau ini semua bukan milikmku, apa yang harus aku lakukan untuk milikmu ya Allah. Apakah aku mempunyai hak yang bukan milikku?.
Justru mengapa hatiku terasa berat, ketika semua itu diminta kembali oleh-Nya?. Dan mengapa ketika akan diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah, kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka dan kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita.
Namun ketika aku berdoa, aku selalu meminta titipan yang cocok dengan keinginanku dan hawa nafsuku. Ketika Engkau memberi satu aku selalu meminta lebih banyak harta lagi, meminta mobil banyak, meminta pupularitas, meminta dan meminta banyak tiada henti.
Jika Engkau kurangi nikmat mu kepada ku, aku tolak misalnya; sakit, kekurangan, kemiskinan, semua ku tolak, bahwa aku berfikir seolah semua itu adalah ”derita” yang merupakan hukuman bagiku.
Ya..... Allah, seolah keadilan dan kasihMu ya Allah, harus berjalan bagaikan matematika; dihitung dan dihitung; aku rajin shalat, puasa, mengaji, sedekah, aku merasa selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia harus kerap menghampiriku. Aku perlakukan Engkau seolah mitra dagang, dan bukan kekasih. Aku mita Engkau membalas ”perlakukan baikku”, dan menolak keputusanMu yang tak sesuai dengan keinginan dan hawa nafsuku.
Ya..... Allah, ya Robbal ’Alamiin, padahal setiap hari kuucapkan didalam shalat dan sebelum tidur bahwa hidup dan matiku hanya untuk beribadah kepadaMu.
Ingatlah wahai....sahabat-sahabatku bahwa ”Suatu ketika bila langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan akan menjadi sama”...........
------selesai-----
Pesan pengarang:
Sebesar apapun nikmat Allah SWT, hendaknya kita mensyukurinya dengan menuruti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya serta bekerja dengan tekun. Dan jangan pernah menjadi orang yang takafur. Karena takafur itu adalah sifat yang tidak disukai oleh Allah.
(Prosa)
renungan Indah
Ini adalah cerita tentang kehidupanku. Seringkali aku berkata Alhamdulilah ketka semua orang memuja milikmu.Dan aku berpikir bahwa
Kelas : 7C
PUISI
Pengarang: W.S. Rendra
(dengan tanda baca)
Renungan Indah
Seringkali aku berkata
Ketika semua orang memuja milikku
Bahwa sesungguhnya ini adalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya : mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan kalau bukan miliku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan
Kutolak sakit, kutolak kemiskinan, seolah semua ”derita” adalah hukum bagiku
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika : aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas ”perlakuan baikku”, dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah
”Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”...........
Semoga bermanfaat...!!!
-----selesai-----
(tanpa tanda baca)
Renungan Indah
Seringkali aku berkata
Ketika semua orang memuja milikku
Bahwa sesungguhnya ini adalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipanNya
Bahwa rumahku hanyalah titipanNya
Bahwa hartaku hanyalah titipanNya
Bahwa putraku hanyalah titipanNya
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya mengapa Dia menitipkan padaku
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku
Dan kalau bukan miliku apa yang harus kulakukan untuk milikNya itu
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku
Mengapa hatiku justru terasa berat ketika titipan itu diminta kembali olehNya
Ketika diminta kembali kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian kusebut itu sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita
Ketika aku berdoa kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Aku ingin lebih banyak harta ingin lebih banyak mobil
lebih banyak popularitas dan
Kutolak sakit kutolak kemiskinan seolah semua derita adalah hukum bagiku
Seolah keadilan dan kasihNya harus berjalan seperti matematika aku rajin beribadah maka selayaknyalah derita menjauh dariku dan nikmat dunia kerap menghampiriku
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas perlakuan baikku dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku
Gusti padahal tiap hari kuucapkan hidup dan matiku hanya untuk beribadah
Ketika langit dan bumi bersatu bencana dan keberuntungan sama saja
Semoga bermanfaat
-----selesai-----
PROSA
Renungan Indah
Biasanya aku berkata dan bersyukur ketika semua orang
memuji semua hartaku. Aku sadar bahwa mobilku, rumahku, hartaku dan putraku ini sesungguhnya hanyalah titipanmu ya Allah.
Tapi, mengapa aku tak pernah bertanya:mengapa Allah menitipkan semua ini padaku dan untuk apa ?. Dan kalau ini semua bukan milikmku, apa yang harus aku lakukan untuk milikmu ya Allah. Apakah aku mempunyai hak yang bukan milikku?.
Justru mengapa hatiku terasa berat, ketika semua itu diminta kembali oleh-Nya?. Dan mengapa ketika akan diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah, kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka dan kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita.
Namun ketika aku berdoa, aku selalu meminta titipan yang cocok dengan keinginanku dan hawa nafsuku. Ketika Engkau memberi satu aku selalu meminta lebih banyak harta lagi, meminta mobil banyak, meminta pupularitas, meminta dan meminta banyak tiada henti.
Jika Engkau kurangi nikmat mu kepada ku, aku tolak misalnya; sakit, kekurangan, kemiskinan, semua ku tolak, bahwa aku berfikir seolah semua itu adalah ”derita” yang merupakan hukuman bagiku.
Ya..... Allah, seolah keadilan dan kasihMu ya Allah, harus berjalan bagaikan matematika; dihitung dan dihitung; aku rajin shalat, puasa, mengaji, sedekah, aku merasa selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia harus kerap menghampiriku. Aku perlakukan Engkau seolah mitra dagang, dan bukan kekasih. Aku mita Engkau membalas ”perlakukan baikku”, dan menolak keputusanMu yang tak sesuai dengan keinginan dan hawa nafsuku.
Ya..... Allah, ya Robbal ’Alamiin, padahal setiap hari kuucapkan didalam shalat dan sebelum tidur bahwa hidup dan matiku hanya untuk beribadah kepadaMu.
Ingatlah wahai....sahabat-sahabatku bahwa ”Suatu ketika bila langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan akan menjadi sama”...........
------selesai-----
Pesan pengarang:
Sebesar apapun nikmat Allah SWT, hendaknya kita mensyukurinya dengan menuruti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya serta bekerja dengan tekun. Dan jangan pernah menjadi orang yang takafur. Karena takafur itu adalah sifat yang tidak disukai oleh Allah.
Nama : Anandhyka Ramadha
Kelas : 7C
PUISI
Pengarang: W.S. Rendra
(dengan tanda baca)
Renungan Indah
Seringkali aku berkata
Ketika semua orang memuja milikku
Bahwa sesungguhnya ini adalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya : mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan kalau bukan miliku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan
Kutolak sakit, kutolak kemiskinan, seolah semua ”derita” adalah hukum bagiku
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika : aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas ”perlakuan baikku”, dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah
”Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”...........
Semoga bermanfaat...!!!
-----selesai-----
(tanpa tanda baca)
Renungan Indah
Seringkali aku berkata
Ketika semua orang memuja milikku
Bahwa sesungguhnya ini adalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipanNya
Bahwa rumahku hanyalah titipanNya
Bahwa hartaku hanyalah titipanNya
Bahwa putraku hanyalah titipanNya
Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya mengapa Dia menitipkan padaku
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku
Dan kalau bukan miliku apa yang harus kulakukan untuk milikNya itu
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku
Mengapa hatiku justru terasa berat ketika titipan itu diminta kembali olehNya
Ketika diminta kembali kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian kusebut itu sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita
Ketika aku berdoa kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Aku ingin lebih banyak harta ingin lebih banyak mobil
lebih banyak popularitas dan
Kutolak sakit kutolak kemiskinan seolah semua derita adalah hukum bagiku
Seolah keadilan dan kasihNya harus berjalan seperti matematika aku rajin beribadah maka selayaknyalah derita menjauh dariku dan nikmat dunia kerap menghampiriku
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas perlakuan baikku dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku
Gusti padahal tiap hari kuucapkan hidup dan matiku hanya untuk beribadah
Ketika langit dan bumi bersatu bencana dan keberuntungan sama saja
Semoga bermanfaat
-----selesai-----
PROSA
Renungan Indah
Biasanya aku berkata dan bersyukur ketika semua orang
memuji semua hartaku. Aku sadar bahwa mobilku, rumahku, hartaku dan putraku ini sesungguhnya hanyalah titipanmu ya Allah.
Tapi, mengapa aku tak pernah bertanya:mengapa Allah menitipkan semua ini padaku dan untuk apa ?. Dan kalau ini semua bukan milikmku, apa yang harus aku lakukan untuk milikmu ya Allah. Apakah aku mempunyai hak yang bukan milikku?.
Justru mengapa hatiku terasa berat, ketika semua itu diminta kembali oleh-Nya?. Dan mengapa ketika akan diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah, kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka dan kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita.
Namun ketika aku berdoa, aku selalu meminta titipan yang cocok dengan keinginanku dan hawa nafsuku. Ketika Engkau memberi satu aku selalu meminta lebih banyak harta lagi, meminta mobil banyak, meminta pupularitas, meminta dan meminta banyak tiada henti.
Jika Engkau kurangi nikmat mu kepada ku, aku tolak misalnya; sakit, kekurangan, kemiskinan, semua ku tolak, bahwa aku berfikir seolah semua itu adalah ”derita” yang merupakan hukuman bagiku.
Ya..... Allah, seolah keadilan dan kasihMu ya Allah, harus berjalan bagaikan matematika; dihitung dan dihitung; aku rajin shalat, puasa, mengaji, sedekah, aku merasa selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia harus kerap menghampiriku. Aku perlakukan Engkau seolah mitra dagang, dan bukan kekasih. Aku mita Engkau membalas ”perlakukan baikku”, dan menolak keputusanMu yang tak sesuai dengan keinginan dan hawa nafsuku.
Ya..... Allah, ya Robbal ’Alamiin, padahal setiap hari kuucapkan didalam shalat dan sebelum tidur bahwa hidup dan matiku hanya untuk beribadah kepadaMu.
Ingatlah wahai....sahabat-sahabatku bahwa ”Suatu ketika bila langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan akan menjadi sama”...........
------selesai-----
Pesan pengarang:
Sebesar apapun nikmat Allah SWT, hendaknya kita mensyukurinya dengan menuruti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya serta bekerja dengan tekun. Dan jangan pernah menjadi orang yang takafur. Karena takafur itu adalah sifat yang tidak disukai oleh Allah.
(Prosa)
renungan Indah
Ini adalah cerita tentang kehidupanku. Seringkali aku berkata Alhamdulilah ketka semua orang memuja milikmu.Dan aku berpikir bahwa
Sabtu, 22 November 2008
Rabu, 19 November 2008
Selasa, 18 November 2008
PAINT IT BLACK (ROLLINGSTONE) LYRICS
*I SEE A RED DOOR AND I WANT IT PAINTED BLACK
NO COLOURS ANYMORE I WANT THEM TO TURN BLACK
I SEE THE THE GIRLS WALK BY DRESSED SUMMER CLOTHES
I HAVE TO TURN MY HEAD UNTIL MY DARKNESS GOES
I SEE A LINE OF CARS AND THEY'RE ALL PAINTED BLACK
WITH FLOWER AND MY LOVE BOTH NEVER TO COME BACK
I SEE PEOPLE TURN THEIR HEADS AND QUCKLY LOOK AWAY
LIKE A NEW BORN BABY IT JUST HAPPENS EVERY DAY
I LOOK INSIDE MYSELF AND SEE MY HEART IS BLACK
I SEE MY RED DOOR AND I WANT IT PAINT BLACK
MAYBE THEN I'LL FADE AWAY AND NOT HAVE TO FACT THE ACT
IT'S NOT EASY FACING UP WHEN YOUR WHOLE WORLD IS BLACK
NO MORE WILL MY GREEN SEA GO TURN A DEEPER BLUE
I COULD NOT FORESEE THIS THING HAPPENING TO YOU
IF I LOOK HARD ENOUGH INTO THE SETTING SUN
MY LOVE WILL LAUGH WITH ME BEFORE THE MORNING COMES
BACK TO : *
I WANT TO SEE YOUR FACE, PAINTED BLACK BLACK AS NIGHT,
BLACK AS COAL
DONT WANNA SEE THE SUN FLYING HIGH IN THE SKY
BLACK AS COAL
DONT WANNA SEE THE SUN FLYING HIGH IN THE SKY
Langganan:
Komentar (Atom)
