Nama : Anandhyka Ramadhan
Kelas : 7c
Waktu libur setelah lebaran tahun ini, ibuku dan teman-teman ibuku pergi ke Bali untuk menghadiri pernikahan anak teman ibuku. Karena masih ada sisa libur lalu aku diajak oleh ibuku untuk turut serta. Pernikahan berlangsung hari Kamis, 9 Nopember 2008. Kami berada di Bali selama tiga hari mulai tanggal 8 s/d 10 Oktober 2008.
Hari Rabu, 8 Nopember 2008 kami berangkat dari rumah pada jam 18.30 menuju Bandara Soekarno-Hatta. Perjalanan memakan waktu selama 1 jam 20 menit. Kami tiba di bandara pada jam 19.30. Kami check-in dan mengurusi barang-barang dahulu. Lalu, kami menunggu di ruang Lounge sebelum boarding. Untungnya pesawatnya tidak ditunda.
Lalu, kami naik pesawat pada jam 21.30. Perjalanan memakan waktu 1 jam 15 menit, jadi selama di pesawat, aku memanfaatkan waktu itu untuk membaca novel Laskar Pelangi karena aku sedang membacanya untuk membuat sinopsis yang ditugaskan bapak Ucok guru Bahasa Indonesia. Ibuku dan teman-temannya asyik mengobrol.
Kami sampai di Bandara Ngurah Rai pada jam 22.45 wib atau 23.45 waktu Bali. Waktu Bali dengan Jakarta berbeda 1 jam lebih awal. Kami dijemput oleh pak Unanto (teman ibuku) dan pak Didi, supir dari Kantor Jamsostek Cabang Bali. Kami diantar ke Hotel Harmoni Legian. lalu aku persiapan tidur.
Pada keesokan harinya, Kamis, 9 Nopember 2008 jam 09.00 kami menju tempat pernikahan di Karangasem di daerah pegunungan. Waktu perjalanan dari Hotel ke Karangasem yaitu lebih kurang 2 jam. Kami tiba di lokasi pada jam 11.00. Setelah sampai, kami bertemu pak I Gusti Made Arke, yang akrab disapa pak Arke, ayahnya pengantin pria. Lalu, kami disilakan duduk dan mencicipi makanan khas Bali yang dipersiapkan oleh tuan rumah. Ibu Arke mengatakan “jangan khawatir semua makanan kami siapkan untuk yang beragama Islam, jadi semuanya halal”.
Kemudian kami semua mencicipi masakan keluarga ibu Arke, masakan khas Bali antara lain; ayam bumbu Bali, ikan bakar, cumi bakar, udang goreng, wah...lezat sekali. Setelah itu, kami menunggu penghulunyna padahal waktu sudah menunjukan pukul 13.00. Sambil menunggu penghulu, aku memperhatikan pakaian adat baik pengantin Bali, pendamping pengantin, keluarga pengantin dan para tamu yang hadir mengenakan pakaian adat Bali. Penghulu akhirnya datang meskipun agak terlambat hampir 2 jam yang seharusnya jam 11.00 akad nikah dimulai.
Tepat jam 13.00 prosesi akad nikah berlangsung dengan khusuk setelah itu dilanjutkan dengan acara adat misalnya; sungkeman, menginjak telur, membanting kelapa muda, meninjau kamar pengantin, dll. Yang ternyata aku perhatikan adat pernikahan Bali ada kemiripan dengan adat Sunda atau Jawa. Bedanya di lokasi pernikahan ada sesajen-sesajen untuk para Dewa orang Hindu. Lalu yang paling aku tidak suka adalah bau dupa yang sangat menyengat dan membuatku mual.
Setelah itu, kami pamit untuk istirahat kembali ke hotel. Daerah Karang Asem ini memang terkenal dengan salak Balinya yang besar dan manis dan kami mendapat oleh-oleh dari bapak Arke, setiap orang mendapat 1 besek (kotak terbuat dari anyaman bambu).
Pada malam harinya, kami pergi ke monumen Bom Bali I/Bom Legian. Letaknya tidak jauh dari hotel kami menginap dengan cukup berjalan kaki. Sesampainya di monumen aku melihat daftar nama korban yang meninggal dari berbagai negara antara lain; Australia, Jepang, Korea, Swedia, Amerika, Inggris, Brazil, Belanda, Italia, Jerman, Portugal, Equador, Canada, Afrika Selatan dan Indonesia.
Kami berfoto-foto untuk kenang-kenangan bersama ibu dan teman-teman ibu. Setelah merasa lelah kami membeli ice-cream Gelato sambil melihat atraksi tari api yang dimainkan oleh penari Bali. Banyak penonton mengagumi tarian tersebut, baik wisatawan lokal maupun asing. Mayoritas di kawasan ini wisatawan asing.
Setelah itu kami menaiki delman mengelilingi jalan Legian sampai ke pantai Kuta untuk melihat pemandangan dimalam hari, lalu kembali ke hotel untuk istirahat.
Hari terakhir di Bali yaitu Jum’at, 10 Nopember 2008, pagi hari kami merapihkan pakaian dan koper sekaligus check-out dari hotel. Kami mengunjungi atraksi Barong yang inti ceritanya adalah Kebajikan dan Kebatilan tidak pernah akan sirna dalam kehidupan manusia di dunia yang fana. Mayoritas penonton adalah wisatawan asing yang sangat antusias dan kagum dengan penampilan serta musik khas Bali yang mengiringinya.
Kemudian kami pergi ke Joger membeli souvenir berupa mug, baju kaos, jam dinding, gantungan kunci dan lainnya untuk kesedar oleh-oleh bagi teman dan saudara-saudara ku. Tak lama setelah itu, kami langsung menuju ke Bandara Ngurah Rai untuk kembali ke Jakarta dengan jadwal penerbangan jam 17.30 waktu Bali dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada jam 17.50 wib. Aku sangat senang mendapat pengalaman yang mengesankan kemudian tak lupa aku mengucapkan syukur alhamdulillahi robbal alamiin.
-----------Sekian----------
Senin, 24 November 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar