Nama : Anandhyka Ramadhan
Kelas : 7C
SMP LABSCHOOL KEBAYORAN
Informasi Tentang Buku Harian
Buku harian adalah buku yang digunakan untuk mencatat kegiatan sehari- hari yang memuat kejadian yang dianggap penting, lucu, sedih, senang, dan mengesankan pada hari itu, namun terkadang kejadian yang menyebalkan juga kerap dicatat orang.
Sebutan lain untuk buku harian yaitu buku pribadi yang memiliki unsur privacy karena buku itu tidak boleh dilihat tanpa seizin pemiliknya dan buku harian ditulis dengan tulisan tangan yang bersangkutan.
Bentuk atau model buku harian sangat variatif, ada yang berbentuk buku biasa, buku catatan, buku kecil, buku yang bagian luar atau dalamnya dihias warna-warni, dan ada juga buku harian yang dapat dikunci agar orang lain tidak bisa membuka atau membacanya.
Unsur-unsur penulisan yang terdapat pada buku harian berupa tokoh, tempat, peristiwa, latar belakang, dan waktu yang terjadi pada hari itu. Didalam penulisan buku harian biasanya mengandung unsur 5W+1H yaitu: apa, siapa, dimana, kapan, mengapa, dan bagaimana suatu peristiwa terjadi, hal inilah unsur yang terpenting dalam menulis sebuah kejadian atau cerita.
Contoh buku harian:
Hari/ Tanggal
:
Sabtu-Minggu, 31 Mei – 1 Juni 2008
Tempat
:
Grand Lembang, Jawa Barat
Tokoh
:
§ Seluruh murid kelas 6 SD Islam Al-Azhar 01
§ Kepala Sekolah dan seluruh guru kelas 6
§ Pengurus Jamiyyah
§ Karyawan sekolah
§ Orang tua murid
Peristiwa
:
Hari ini adalah hari yang menyenangkan, karena aku dan teman-temanku pergi ke Lembang untuk merayakan perpisahan murid kelas 6 SDI Al-Azhar 01 angkatan 38. Kami berkumpul di sekolah ada jam 07.00 wib untuk mendapatkan arahan dan bimbingan dari guru dan mentor sebagai bekal diperjalanan dan ketika kami sudah sampai di tempat tujuan. Lalu kami berangkat pada jam 07.30 dengan menggunakan bus pariwisata yang telah disediakan oleh pengurus Jamiyyah.
Selama diperjalanan yang cukup jauh dengan jarak tempuh lebih kurang 3 jam, murid-murid yang satu bus dengan aku masing-masing sibuk dengan permainan gamenya, karena hampir semua temanku membawa permainan personal game (gameboy, NDS), namun kami tetap bermain bersama untuk mendiskusikan permainan antar teman. Di tengah perjalanan menuju Lembang, kami singgah ke salah satu gedung museum di kota Bandung untuk menlihat Museum Geologi yang memiliki nilai sejarah dan beradaban bangsa Indonesia yang sangat tinggi. Karena waktu sudah menunjukkan jam 12.00 maka kami beristirahan untuk makan siang sholat dzuhur di area museum. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju Lembang tempat tujuan utama kami.
Sesampainya di hotel Grand Lembang, masing-masing kelompok (satu kamar 4 orang) mengambil kunci kamar untuk menyimpan barang bawaan. Kelompok yang satu kamar dengan ak adalah dari Adet, Bun-Bun, Abi dan aku. Setelah masuk ke kamar hotel, kami istirahat sebentar dengan menonton TV sambil menunggu tibanya shalat Ashar.
Pada jam 15.20 tibalah waktu shalat Ashar dan terdengar azan berkumandang yang aku sangat kenal dengan suara azan itu adalah bapak guru Nahwan. Kami bergesas bersia-siap dan berwudu menuju aula di lantai 2 hotel yang telah disediakan untuk shalat berjamaah. Sesudahnya shalat, kami mendengarkan ceramah agama sampai jam 17.00 dan pengumuman untuk merayakan tasyakuran sekaligus perpisahan. Kemudian kami kembali ke kamar, sambil menunggu waktu shalat maghrib.
Didalam kamar, kami berempat bermain bersama, tak lama kemudian beberapa teman dari kamar lain berdatangan, yaitu Arya, Zafran, Bima, Ucha, dan Fikar, untuk bermain bersama, sampai-sampai kamar itu terasa sesak namun menyenangkan. Lalu tibalah sahat maghrib, seperti biaya kami bersiap-siap dan menuju tempat shalat, dan setelah shalat kami tadarus bersama sampai datang waktu Isya.
Setelah shalat Isya dan makan malam, tibalah waktu yang dinanti-nanti untuk merayakan acara puncak yaitu pagelaran pentas seni yang dimainkan oleh kelompok murid kelas 6 juga. Di pentas seni itu terlihat sangat meriah yang dimainkan oleh teman-temanku yang satu kelas maupun dari kelas lain. Namun ketika acara perpisahan yang disampaikan oleh salah satu guru yaitu ibu Eliza, kami sangat terharu dan merasa sangat sedih karena harus berpisah dengan teman-teman yang selama ini bergaul dan berteman sejak di kelas 1 SD bahkan sebagian besar telah berteman sejak ditaman kanak-kanan (TK).
Tak terasa air mata ku mengalir diringi kata-kata perpisahan yang disampaikan oleh ibu dan bapak guru, serta sajak yang dibawakan oleh temanku Amalia, murid terbaik dalam hal membaca sajak. Aku sadar bahwa tak boleh menangis, karena jika aku menangis pasti akan pilek dan sangat mengganggu, lalu aku berhenti menangis. Hampir semua murid, guru dan orang tua murid yang hadir saat itu terharu dan menangis karena harus berpisah padahal kami sudah merasa satu keluarga besar. Maka betul kata pepatah ”Jika ada pertemuan pasti ada perpisahan” hanya masa yang dapat menentukan.
Setelah acara puncak, kami kembali istirahat menuju kamar untuk beristirahat agar esok harinya jam 04.30 memulai aktivitas berikutnya, yaitu shalat subuh, kultum, olah raga dan fun game.
Senin, 24 November 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar